HAKIKAT OPINI PUBLIK


1. Opini Publik dalam Kehidupan Sehari-hari

Bagaimana opini publik terhadap masalah kenaikan harga barang-barang di Indonesia sebagai akibat turunnya nilai rupiah terhadap dollar? Opini orang pasti berbeda-beda sesuai dengan siapa yang beropini, apa pekerjaannya, bagaimana pendidikannya, di mana tempat tinggalnya, dan lain sebagainya. Opini orang mengenai kenaikan harga barang-barang apalagi produk atau buatan luar negeri yang dikaitkan dengan kurs dollar A.S. hampir sama: semua menyatakan naik ! Pendapat atau opini orang pada umumnya dapat menjadi opini publik. Opini publik itu tidak merupakan jumlah opini-opini dari tiap orang, tapi integrasi pendapat yang ada pada masyarakat. Menurut Bogardus pengintegrasian pendapat berdasarkan diskusi yang dilakukan pada masyarakat disebut opini publik (Bogardus dalam Sastroputro, 1987,53).

Opini dari setiap orang mengenai permasalahan vang aktual atau hangat dibicarakan mempunyai kecenderungan menjadi opini publik. Kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera, spekulasi George Soros dengan membeli dolar di Asia Tenggara dan hal-hal lain yang hangat beritanya/pesan komunikasinya pasti akan mengundang opini orang yang bermacam-macam. Akhirnya akan timbul opini yang hampir sama dari setiap individu sehingga dapat dinamakan sebagai opini publik.

Opini yang hampir sama itu terjadi karena manusia bertindak terhadap sesuatu berdasarkan makna sesuatu itu bagi mereka (Blumer dalam Nimmo, 1989. 12). Menurut Nimmo hubungan antara makna dan tindakan itu berbentuk lingkaran, yang tiap orang yang beropini tidak tahu bagi siapa yang berbicara lebih dahulu, sebab mereka semua bertindak atau mengutarakan satu sama lain mengenai masalah yang aktual dan menarik perhatian, berdasarkan makna yang diberikannya dan berdasarkan hubungan di antara mereka.

Sementara itu Sasatroputro menyatakan bahwa dalam pembicaraan sehari-hari istilah opini publik sering digunakan untuk menunjuk kepada pendapat-pendapat kolektif dari sejumlah besar orang. Pendapat kolektif ini bukan berarti pendapat itu sebagi jumlahan pendapat pribadi-pribadi, sebab menurut Sastroputro kolektif dalam pengertian opini pbulik, karena kekaburan dalam penggunaan istilah publik pada umumnya.

Istilah opini publik berasal dari terjemahan bahasa Inggris public opinion. Sesuai dengan asal katanya opini dan publik. Opini adalab pendapat dari seseorang mengenai sesuatu yang menarik perhatian atau minatnya. Publik dalam hal ini adalah kumpulan manusia atau orang yang mempunyai perhatian terhadap sesuatu hal tertentu. Hal atau pokok permasalahan dalam pengertian tersebut itu bisa konkrit dan bisa juga abstrak, bergantung kepada tertariknva seseorang. Yang menarik seseorang untuk tertarik kepada sesuatu hal itu bermacam-macam, misalnya:

1. Pokok permasalahan yang sedang hangat dibicarakan. Karena aktual atau hangat, persoalan atau hal yang dibicarakan itu bisa bermacam-macam bidang seperti: sosial, hukum, politik, ekonomi, atau apa saja yang menarik perhatian orang saat itu, sekalipun apa yang hari ini dibicarakan orang, besok. atau lusanya, mungkin tidak menarik lagi, apalagi setelah satu, dua atau tiga minggu kemudian. Persoalan atau masalah yang dibicarakan orang bisa beralih dari satu permasalahan ke permasalahan lain yang lebih aktual lagi.

2. Produk sesuatu pabrikl atau sesuatu yang bisa ditawarkan kepada pasar, sehingga mungkin dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Jadi produk atau sesuatu hasil yang diperhatikan orang, diminta, dipakai atau dikonsumsi orang dapat mempengaruhi orang untuk membicarakannya. Apalagi kalau produk itu membawa akibat yang merugikan masyarakat pada umumnya, maka akan mengundang pendapat yang bermacam-macam.

3. Orang atau pribadi-pribadi tertentu dengan segala permasalahannya dapat mengundang opini tentang orang tesebut. Orang yang dengan cepat dan berhasil mendapat suatu prestasi, akan ramai dibicarakan. Artis tertentu karena keberhasilannya membawa nama profesinya terkenal ke tingkat nasionai, sebut saja Titik Puspa maka akan segera menarik perhatian orang. Sosok pribadi “Mandra” dapat menyebabkan budaya Betawi terangkat dan nama Mandra menjadi banyak penggernarnya.

4. Suatu lembaga dengan apa saja bidang yang digelutinya, kalau lembaga tersebut menghasilkan produk atau jasa tertentu yang menguntungkan masyarakat atau rakyat pada umumnya, dapat menyebabkan melambungkan nama lembaga tersebut, sehingga terkenal, dan menarik perhatian orang.

5. Atau hal-hal lain di luar nomor satu sampai empat yang telah diutarakan, dapat saja membuat menarik perhatian sekumpulan orang untuk membicarakannya, apalagi jika hal atau objek yang dimaksud dapat dipertentangkan satu sama lain.

Sastroputro membagi atau mengelompokkan publik menjadi beberapa bagian yaitu:

1. Publik terorganisasi dan Publik tidak terorganisasi

2. Publik utama dan Publik sekunder

3. Publik besar dan Publik kecil

4. Publik kuat dan Publik lemah

5. Publik bijaksana dan publik tidak bijaksana

6. Publik penting dan publik tidak penting

Publik yang terlihat dalam opini publik seperti yang dimaksud dalam pengertian yang dipelajari ini, adalah kumpulan orang karena ada sesuatu yang menarik perhatiannya, merupakan bentuk kelompok sosial yang kolektif tetapi tidak diorganisasikan. Jadi publik adalah kelompok atau kumpulan orang karena ada kesamaan perhatian atau kepentingan.

2. Istilah Opini Publik

Kumpulan orang yang dimaksud dalam opini publik ini adalah kelopok-l kelompok orang yang minatnnya sama, Perehatiannya sama terhadap sesuatu hal. Setelah kelompok orang itu tertarik, menaruh kepentingan kepada objek tadi, barulah ada opini di antara mereka. Opini yang tadinya merupakan opini pribadi jika digabungkan jadilah opini kelompok. Opini kelompok inilah yang kemudian menjadi opini publik, karena opini tadi merupakan gabungan opini yang menaruh minat atau kepentingan terhadap sesuatu objek tertentu.

Cultif dan Center menyatakan bahwa opini publik itu merupakan suatu hasil penyatuan dari pendapat individu-individu tentang masalah umum. Sementara itu William Albig menyatakan opini public merupakan hasil interaksi antar inidividu dalam suatu publik.

Pernytaan kedua pakar itu, yang pertama menyatakan bahwa opini publik merupakan hasil penyatuan opini, seolah-olah merupakan jumlah opini-opini, dan yang kedua menyatakan hasil interaksi individu melalui proses pembicaraan, mungkin debat atau tukar pikiran. Maka dapatlah dikatakan bahwa opini publik itu sebenarnya mengandung kesamaan yaitu terbentuk melalui suatu proses interaksi berupa pembicaraan atau pertukaran pikiran di antara individu-individu yang terlibat dalam kelompok.

Sarjana lain yaitu Emory S. Bogardus dalam bukunya TheMaking of Public Opinion menyatakan bahwa: Opini publik adalah hasil pengintegrasian pendapat berdasarkan diskusi yang dilakukan di dalam masyarakat derrtokratis. Jadi berbeda dengan Cutlip & Center yang mengatakan bahwa opini publik adalah hasil penyatuan, seolah-olah jumlah opini-opini individu, Bogardus tegas menyatakan bahwa opini publik itu adalah hasil pengintegrasian pendapat. Pengintegrasian dalam pengertian di sini berarti hasil suatu pembicaraan, perdebatan, diskusi atau pertukaran pikiran di antara orang-orang yang berada dalam kelompok itu. Ini berarti bagi Bogardus, opini publik adalah:

  1. Hasil pengintegrasian pendapat, jadi bukan merupakan jumlah pendapat individu-individu yang dikumpulkan.
  2. Pengintegrasian yang dimaksud adalah sebagai hasil diskusi tukar pikiran sesama anggota kelompok publik.
  3. Berlangsung pada suatu masyarakat yang demokratis.

Sejalan dengan pendapat Bogardus, demikian pula Kruger Reckless dalam bukunya Social Psychology mengemukakan bahwa opini publik adalah pendapat hasil pertimbangan seseorang tentang suatu hal yang telah diterima sebagai pikiran publik. Menurut Reckless jelas bahwa opini publik itu bukan suatu opini atau pendapat seorang saja, tetapi merupakan hasil pertimbangan, dan hasil pertimbangan itu juga yang telah diterima sebagai pikiran publik. Jadi seperti dikemukakan Bogardus, maka Reckless juga menyatakan opini publik itu bukan hanya sekedar pernyataan seseorang dalam kelompok, tetapi lebih merupakan pendapat kelompok yang sudah mengalarni suatu proses yang lama waktu diputuskan, hingga menghasilkan suatu opini yang betul-betul hasil kelompok yang terdiri dari inividu-individu yang telah menyatu dalam keputusannya. Apa yang dikatakan Bogardus dan Reckless sebenarnya juga dikatakan para sarjana lain, yaitu bahwa opini public itu bukan jumlahan pendapat atau hasil pemikiran seseorang dalam menagnggapi suatu permasalahan, Clyde L. King seorang sarjana Publisistik di Universitas Pensylvania menyatakan bahwa opini publik itu adalah social judgement (penilaian sosial). Penilaian sosial mengenai suatu persoalan berarti juga melalui suatu proses di antara individu-individu dalam kelompok, jadi sudah barang tentu hasil dari pertukaran pikiran tidak begitu saja, tetapi sebagai akibat dari suatu hasil interaksi individu dalam kolompok. Dan karena itu merupakan interaksi, sudah barang tentu pula didahului dengan diskusi di antara pengikut-pengikut diskusi tersebut. Dengan demikian opini publik pembentukannya tidak mudah prosesnya, bisa memakan waktu yang cukup lama. Sebab suatu persoalan yang hangat atau aktual tersebut dapat saja dengan segera menjadi buah bibir walaupun untuk menjadi opini publik perlu adanya persetujuan atau kemufakatan semua orang yang ada dalam kelompok itu atau suatu publik.

Untuk menjelaskan apa opini publik itu perlulah dikemukakan pendapat Leo Bogart mengenai opini publik. Dalam bukunya Is The A WorlPublic Opinion, Bogart menyatakan bahwa opini publik itu merupakan suatu pendapat yang bersifat kolektif (the concept of public opinion as a collective representation) Menurut Bogart opini publik itu timbulnya bukan dari persetujuan kelompok, tetapi timbul dari suatu masalah yang dipertentangkan oleh masing-masing anggota kelompok. Timbulnya pertentangan itu karena adanya perbedaan penilaian terhadap suatu masalah, dan apa yang cdipertentangkan itu karena tiap-tiap anggota dalam kelompok atau publik itu susah mencari kesepakatan.

3. Ciri-ciri Opini Publik

Dari pendapat para pakar mengenai opini publik, dapatlah dikatakan, bahwa opini publik merupakan opini yang ditimbulkan oleh adanya empat unsur sebagai berikut:

1. Adanya suatu masalah yang bersifat controversial (dipertentangkan).

2. Adanya publik atau kumpulan orang yang menaruh perhatian kepada suatu masalah itu.

3. Adanya situasi atau interaksi yang berupa diskusi dan tukar pikiran mengenai masalah yang dipertentangkan.

4. Adanya pendapat yang terintegrasi atau hasil penilaian kelompok (publik) mengani suatu masalah.

Berdasarkan ke empat unsur itu, dapatlah disimpulkan bahwa opini publik adalah pengintegrasian pendapat dari sekumpulan orang yang menaruh perhatian terhadap sesuatu issue atau pokok permasalahan yang sifatnya kontroversial.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s